Labels

Al-Hikam (1) Allah Akan Memperbolehkan Ummat Muhammad Bersujud Di Hari Qiyamat (1) Allah Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu (1) Allah Memanggil Satu-Persatu Hamba-HambaNya do Yaumal akhir (1) Anjuran Berdo'a (1) Anjuran Ikhlas dalam Beramal (1) Aqidah (1) Barangsiapa yang senang Bertemu dengan allah (1) Belas Kasih Dan Do'a nabi Untuk UmmatNya (1) Berdirinya Manusia dihadapan Allah pada Hari Qiamat (1) Bila Allah Mencintai HambaNya (1) Cinta (1) Cucu-Cucu Rasulullah SAW (7) Dialog Tuhan dengan Nabi Adam (1) DikumpulkanNya Mahluq dengan Kekuatan dan KekuasaanNya (1) Dimudahkan Bacaan Al-Qur'an (1) Dorongan untuk Mengerjakan Keutamaan dan Larangan dari Melakukan Kehinaan (1) Etika Berdo'a (1) Firman allah kepada Penghuni surga (1) Firman Allah kepada Rahim (1) Gambaran Manusia di Akhir Zaman (1) Hadist Shahih Muslim (53) Hadits Arba'in (42) Hadits Qudsi (48) Hadits Sahih Bukhari (30) HusnuDzhan (Berbaik Sangka) kepada allah SWT (1) janji Allah (1) Keluarga Rasulullah SAW (1) Kemurahan Allah (1) Keutamaan Dzikir dan kalimat Tauhid (1) Keutamaan Infaq (1) Keutamaan Puasa (1) Keutamaan Shalat Dhuha (1) Keutamaan Shalawat atas Nabi (1) Larangan Untuk Memusuhi Wali-Wali Allah (1) Manusia Yang Pertama Kali Diadili di Hari Qiyamat (1) Mutiara Berserak Delapan Kata (1) Mutiara Berserak Empat Kata (1) Mutiara Berserak Lima Kata (1) Mutiara Berserak Sembilan Kata (1) Mutiara Berserak Tiga Kata (1) Mutiara Berserak Tujuh Kata (1) nanti ia akan dipertemukan (1) Neraka Mengadu Kepada Tuhannya (1) Orang Mu'min Melihat Allah di Yaumal Akhir (1) Orang Yang sibuk dengan Al-Qur'an dan Dzikir Hingga Lupa Meminta Kepada Ku (1) Para Istri Rasulullah SAW (13) Para Paman Rasulullah SAW (5) Penciptaan Adam (1) Penciptaan Anak Adam (1) Perdebatan Surga dan Neraka (1) Putra - Putri Rasulullah SAW (1) Putra-Putri Rasulullah SAW (7) Rawi (5) Sabar Terhadap Musibah (1) Sastra Religi (7) Suap (1) Syair Imam Syafi'i (1)

Sunday, February 8, 2009

Dalil Halal dan Haram Telah Jelas

(Hadist 6)

Dalil Halal dan Haram Telah Jelas
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Catatan :
· Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari’at. Abu Daud berkata : Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya.
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Termasuk sikap wara’ adalah meninggalkan syubhat .
2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram.
3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.
4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik.
5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati.
6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.
7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.
8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.
Kumpulan hadits Arba’in, Karya Imam Nawawi

No comments: